Kapan Malam Lailatul Qadar itu?

Friday, March 13, 20260 comments

 

Secara harfiah, Lailatul Qadar bisa berarti malam penetapan aturan dan malam kemuliaan. Beberapa ulama berpendapat bahwa lailatul qadar adalah ketika pertama kali Muhammad mengatakan dia menerima wahyu di Gua Hira, yaitu ketika sosok yang katanya malaikat Jibril mengatakan “bacalah!” Namun banyak juga ulama yang berpendapat bahwa Lailatul Qadar adalah dimana Al-Qur’an yang utuh yang mereka baca hingga sekarang versi lengkapnya diturunkan pada malam itu.

Pertanyaannya apakah malam Lailatul Qadar itu benar-benar ada? Kalau memang ada, mengapa Muhammad sendiri lupa? Bukankah sebuah moment special dimalam yang katanya gegap gembita dan malam terbaik dari seribu bulan dimana Al-Qur’an turun padanya, seharusnya itu momentum yang tak terlupakan? Tapi Muhammad justru menghindar ketika dimintai keterangan tentang malam tersebut. Simak hadis dibawah ini;

Sahih Bukhari, Jilid 1, No. 990, oleh Syekh Nashiruddin Al-Albani, atau Sahih al-Bukhari, No 2023, Sunnah.com: Diriwayatkan oleh 'Ubada bin As-Samit: Nabi keluar untuk memberitahu kami tentang malam Lailatul Qadar (malam seribu bulan) tapi ada dua muslim yang sedang bertikai. Jadi, nabi berkata, “Aku keluar untuk memberitahumu tentang Malam Lailatul Qadar tapi si anu dan si anu bertengkar, jadi berita tentang itu  diambil  kembali oleh Allah;  meski  demikian  karena  untuk  kebaikan kalian, carilah malam itu pada malam ke-29, ke-27 dan ke-25. (dan dalam riwayat lain: hari ke-9, ke-7 dan ke-5 dari akhir Ramadan)

Itu sebabnya, Muhammad melalui Qur’annyapun semakin tidak bisa menjelaskan kapan malam lailatul qadar itu sebenarnya. Pertanyaan tentang "kapan" sepertinya dibuat menjadi bias dengan ayat berikut;

“Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah melaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan  mereka  (untuk membawa) segala urusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar” (QS. Al-Qadar : 1-5)

“Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS. Ad-Dukhan: 3-6)

Kaum Muslim, bahkan para ulamanya justru memakai hadis diatas dalam meyakinkan umat Islam untuk mendapatkan keberkahan sekitar 2 atau 1 minggu terakhir bulan Ramadan pada tanggal-tanggal ganjil.

Mereka sama sekali tidak berpikir atau menjauhkan pikiran mereka untuk menyadari bahwa perkataan Muhammad dalam hadis di atas semacam sebuah alibi tentang malam yang bisa jadi tidak pernah ada, karena dia tidak bisa menunjukan kapan keberadaannya!

Kalau ada dan itu merupakan malam yang sangat spesial, logikanya Muhammad tidak akan pernah lupa, apalagi klaimnya dia hafal ayat-ayat wahyu yang didiktekan kepadanya! Dan katanya dia utusan Allah yang pasti Allahnya akan membantu mengingat dan menjelaskan kapan malam lailatul qadar itu.

Pertanyaan berikutnya adalah;

Apa maksudnya berita tentang "kapan" malam lailatul qadar itu diambil kembali oleh Allah, sementara Allahnya malah mengatakan bahwa lailatul qadar adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan, itu suatu jawaban yang tidak ditanyakan, karena yang ditanyakan adalah ‘kapan’..!

Tidak butuh orang cerdas untuk menyatakan bahwa alibi Muhammad dibawah standar akal sehat rata-rata manusia. Dan ironinya, mau saja mereka mencari dan menunggu..!

Sumber

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | wartaONETV | wartaONETV Blog
Copyright © 2011. WARTAONETV - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by WartaONETV Template
Proudly powered by Blogger Privacy Police